Algoritma Ilmu

Suatu ketika di pagi hari, seorang ayah akan berangkat kerja dan mengantarkan anaknya ke sekolah. Seperti biasa, padatnya suasana ibu kota pada jam pagi dan hari kerja membuat mereka berdua harus bergegas dan menggunakan kendaraan yang paling cepat yaitu motor. Jika harus menggunakan mobil maka pasti akan datang terlambat.

Penulis :
Hadi Susanto, ST.,MT., MBA

Saat di perjalanan, karena terburu-buru, sang ayah lupa untuk melihat indikator bensin, ternyata dia baru sadar ketika hampir setengah perjalanan. Akhirnya di tengah jalan mereka berhenti sejenak ke penjual bensin yang terletak tidak jauh dari lokasi sekolah sang anak.

Ketika melihat sang ayah mengisi bensin terdapat sebuah pertanyaan yang menarik dari sang anak dalam benaknya. “Kenapa ayah tadi harus mengisi bensin motornya? Apakah yang akan terjadi jika tidak diisi?”.

Setelah pulang sekolah, kegiatan ektrakurikuler, dan les, akhirnya sang anak pulang ke rumah. Di rumah dia bertemu dengan ayahnya dan menanyakan hal yang membuatnya penasaran dari pagi tadi.

“Ayah, mengapa tadi ketika bensin motor habis harus kita isi?” tanya sang anak kepada ayahnya. Kemudian ayahnya dengan bijak menjawab, “Jika tidak diisi nanti mesin motornya mogok nak.” Masih penasaran dengan jawaban sang ayah, si anak lalu bertanya lagi “Kok bisa begitu Yah, memang apa hubungannya bensin dengan motor? Bagaimana ceritanya kok bisa seperti itu?”

Sejenak sang ayah sedikit bingung untuk menjawab, lalu dia membuka sebuah buku yang sudah cukup usang miliknya ketika sekolah dulu, judulnya “Termodinamika”, setelah membaca pokok bahasan penting tentang energi kemudian dia coba menjelaskan dengan sangat sederhana kepada sang anak agar mudah dimengerti.

“Nak, begini alasannya, jadi bensin yang diisi tadi mengandung energi kimia kemudian akan diubah menjadi energi gerak atau kinetik untuk menggerakkan mesin pada motor, akibatnya motor bisa bergerak dan bisa kita kendarai, energi sisanya berubah menjadi energi panas atau kalor,” jawab sang ayah.

“Contoh lain, coba kenapa kamu harus makan?” tanya sang Ayah kepada anaknya. Kemudian anak tersebut menjawab, “karena kalau aku tidak makan, aku lapar Yah, terus lemes, terus tidak bisa beraktivitas, sekolah, main, dan banyak Yah.”

“Nah itu prinsinya sama Nak, jadi motor itu butuh bensin, kita butuh makan, motor dan kita butuh yang namanya energi. Energi itu akan diubah menjadi bentuk lain sesuai peruntukannya. Energi tersebut sebetulnya tidak habis atau hilang, hanya berubah menjadi bentuk lain,” papar sang Ayah menambahkan penjelasannya.

Si anak dengan seksama mendengarkan penjelasan ayahnya. Lalu dia bertanya lagi, “Berarti energi itu tidak habis dan tidak berkurang ya Yah? Hanya berubah wujud menjadi energi dalam bentuk lain?”Ayahnya menjawah, “Iya betul anakku.”

Melihat percakapan itu si ibu yang kebetulan juga mendengarkan hanya bisa tersenyum. Kemudian Sang Ayah memberi pertanyaan kepada Sang Anak, “Jika energi itu bisa berpindah dan berubah wujud, menurutmu adakah sesuatu yang tetap, tidak berubah wujud, tetapi terus bertambah?”

Si anak bingung mau menjawab apa atas pertanyaan ayahnya. Akhirnya dia menyerah kepada ayahnya. “Apakah jawaban dari pertanyaanmu tadi Ayah?” sahut sang anak.

Ayah lalu berkata, “Kamu inget tidak tadi ketika kamu bertanya kepada Ayah terkait bensin pada motor?” Anak lalu menjawab, “Iya Ayah aku masih ingat, ketika itu Ayah mencari jawabannya terlebih dahulu di buku milik ayah. Setelah ditemukan Ayah lalu menjelaskannya kepadaku.” Sang ayah lalu berkata lagi, “Iya betul anakku, tadi itu ayah bingung bagaimana cara menjawabnya karena ayah kekurangan informasi terkait jawaban pertanyaanmu. Akhirnya ayah mencari referensi sehingga bisa menjawab dan menjelaskan padamu.”

“Nah, yang ayah cari tadi itu informasi atau ilmu tentang perubahan energi. Sebelumnya ayah tidak menyangka akan belajar lagi tentang energi, tetapi karena kamu tanya maka ayah harus bisa menjawabnya dengan benar. Itulah yang namanya informasi atau ilmu Nak.”, kata sang ayah

“Sesuatu yang kau miliki, tidak akan berkurang, bahkan akan bertambah ketika kamu mempelajarinya,” kata kepada anaknya sembari menjelaskan jawaban pertanyaan yang dia tanyakan kepada sang anak.

***

Ilustrasi kisah di atas itulah yang dimaksud dengan algoritma ilmu. Rumus ilmu akan bersifat kuadratik bahkan eksponensial ketika Anda mengamalkan atau mengajarkannya kepada orang lain. Artinya ilmu atau informasi yang Anda miliki tidak akan berkurang bahkan akan terus bertambah. Hal ini berbeda dengan hukum energi yang senantiasa berubah wujud dan berpindah.

Energi sangat berbeda dengan ilmu atau informasi. Semakin banyak Anda bagikan bukan semakin membuat Anda miskin ilmu tetapi semakin membuat Anda kaya Ilmu.

Mau dapat keuntungan berlipat? Mulailah dengan berbagi ilmu dengan siapa pun niscaya Anda akan mendapatkan hal baru dalam hidup Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *