OSPEK sebagai media untuk mengenal dunia kampus

Ditulis oleh: Bayu Mukti, M.Si.

Tahun ajaran baru merupakan waktu dimana setiap kampus memiliki mahasiswa baru atau seringkali disebut MABA. Mereka ialah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menjadi mahasiswa strata 1 di kampus tersebut. Saat awal memasuki dunia kampus lazim dilaksanakan orientasi yang populer dikenal dengan istilah OSPEK (orientasi pengenalan kampus).

Aktivitas OSPEK setiap kampus berbeda dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. (Psikologi Rumah Kita, 2016) menyatakan bahwa OSPEK merupakan kegiatan non-struktural yang bermanfaat. Banyak nya perbedaan antara pelajar dan mahasiswa merupakan penyebab mendasar kenapa OSPEK dibutuhkan oleh mahasiswa baru. Perbedaan dalam hal kurikulum, fasilitas, akademik, budaya, dan banyak hal mendasar yang perlu disesuaikan oleh mahasiswa baru.

Menilik dari segi historis, beberapa kasus negatif yang terjadi dalam OSPEK menodai kebermanfaatan dari OSPEK itu sendiri seperti tewasnya mahasiswa ITN Malang, Fikri Dolasmantya Surya, 12 Oktober 2013  (Lingkaran News, 2015). Bagaimanakah seharusnya OSPEK dijalankan?

Secara bahasa, OSPEK seharusnya dijalankan sebagai bentuk pengenalan studi dan kampus yang dimasuki sehingga aktivitas OSPEK sangat mencerminkan insan yang berkiprah di kampus mulai dari Rektor, Dosen, karyawan, hingga mahasiswa. Baik-buruknya OSPEK merupakan harapan dan cerminan bagi mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kampus.

Ditilik dari  definisi diatas, aktivitas OSPEK seharusnya menyenangkan dan tanpa kekerasan. Tidak ada satupun kampus yang terdaftar di Indonesia memiliki visi dan misi yang berkaitan dengan kekerasan. Adanya oknum yang tidak memahami visi dan misi kampus diikuti oleh lemahnya pengawasan dari pihak berwenang menjadi alasan utama adanya OSPEK yang penuh kekerasan.

Penulis menjadi mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2004 dan menjalani masa OSPEK yang luar biasa dan jauh dari kekerasan secara fisik. Setahun sebelum nya terjadi kasus kekerasan yang menewaskan Praja STPDN Cliff Muntu pada tanggal 3 september 2003. Kekerasan saat ospek terjadi pula di kampus lain (Okezone.com, 2015) yaitu Universitas Gunadarma (2001), ITB (2008), dan BP2IP (2012). Kontroversi OSPEK memberikan rasa khawatir kepada orang tua maupun mahasiswa baru yang akan mengikuti OSPEK. Evaluasi dan pengawasan terhadap aktivitas OSPEK menjadi keharusan agar OSPEK menjadi produk kampus yang bermanfaat signifikan kepada mahasiswa baru dalam menjalanin proses akademik dan non akademik di kampus baru.

 Sebagai perbandingan, di luar negeri nuansa OSPEK sangat positif. (www.kuliahabroad.com, 2015) merilis beberapa contoh OSPEK diluar negeri yaitu Jepang yang mengutamakan hubungan senior-junior; Jerman yang formal, efektif, efisien namun tetap menyenangkan; Belanda yang kental dengan wisata budaya; dan Skotlandia dengan konsep adopsi senior-junior untuk mempererat hubungan persaudaraan. Contoh diatas merupakan gambaran betapa menyenangkannya program OSPEK.

Tentu di Indonesia cerita-cerita negatif mengenai OSPEK hanyalah perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab. Perbaikan sistem OSPEK dari tahun ke tahun terlihat semakin nyata. Adanya aktifitas fisik bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan sesama mahasiswa bukan untuk aksi balas dendam. Niat baik dalam memperkenalkan dunia kampus kepada pendatang baru harus disertai dengan proses dan program yang baik pula.

Akhirnya diharapkan, kempus lebih berperan pada program OSPEK ini sehingga prestasi mahasiswa tidak akan tercoreng oleh aktivitas negatif yang terjadi saat OSPEK. Kampus pun harus membuka mata dan berkenan membimbing mahasiswa senior dengan pendekatan keagamaan dan normatif agar proses OSPEK menjadi proses transfer ilmu bukan aksi balas dendam. Semakin dekat kampus dengan aktivitas keagamaan dan normatif, akan semakin positif pula dampak yang diterima mahasiswa baru dalam menjalani OSPEK.

References

Lingkaran News. (2015, Agustus). Lingkaran News. Retrieved from http://lingkarannews.com/asal-usul-ospek-benarkah-sejak-dulu-penuh-kekerasan/
Okezone.com. (2015). Retrieved from http://news.okezone.com/read/2015/08/04/65/1190267/10-kasus-kematian-akibat-plonco-ospek-maut
Psikologi Rumah Kita. (2016). Diambil kembali dari http://rumahkita.psikologi.ugm.ac.id/?page_id=1364
www.kuliahabroad.com. (2015, 8). Retrieved from http://www.kuliahabroad.com/2015/08/inilah-contoh-ospek-bernuansa-positif.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *