Pendidikan Modal Kemerdekaan

Oleh : Nursiddik, ST.

Bulan Agustus adalah bulan yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia karena pada bulan ini 71 tahun silam Sang Proklamator menyatakan kemerdekaan bangsa ini dari.  Momentum ini menegeaskan posisi bangsa yang terdiri dari beragam suku daerah dengan masing-masing kerajaan dan kesultanannya. Kehadiarannya telah mengalami proses pembentukan yang cukup panjang dari awal berdiri sebagai masing-masing kerajaaan yang hidup berdampingan sebagai saudara satu ideologi, rumpun dan wilayah. Kemudian mengalami proses penjajahan oleh Belanda Jepang telah membentuk rasa persatuan yang kuat. Satu rasa yang kuat tersebut nyatanya menjadi modal yang sangat berharga bagi Bangsa ini dalam upayanya untuk terbebas dari belenggu penjajahan.

Sejarah mencatat bahwa Republik merdeka ini diperjuangkan oleh semua komponen masyarakat, walaupun gagasan-gagasan utamanya dibentuk dan didorong oleh para kaum intelektual semenjak fase perlawanan fisik, fase perlawanan politik diantaranya pembentukan Syariat Dagang Islam, Taman Siswa, Sumpah Pemuda sampai Proses Proklamasi Kemerdekaan semuanya digagas oleh kaum-kaum intelektual. Sebuah data awal yang menunjukkan bahwa pendidikan yang dimiliki kaum intelektual memegang peranan penting terhadap hadirnya semangat kemerdekaan.

Penjajahan itu bisa mempunyai dua makna yang berbeda yaitu penjajahan individu dan penjajahan bangsa. Penjajahan individu yaitu terbelenggunnya fitrah manusia untuk hidup merdeka oleh hal-hal yang buruk yang melekat pada dirinya, sedangkan penjajahan suatu bangsa adalah terbelenggunya bangsa tersebut dari kekuasaan bangsa lain. Makna kemerdekaan pun bisa dijabarkan mengikuti pembagian kata penjajahan tersebut tetapi saling berkaitan. Sejatinya kemerdekaan adalah lenyapnya hal-hal buruk yang melekat pada diri sehingga sadar akan makna hidupnya. Dari titik itulah jiwa yang merdeka melangkah untuk memperjuangkan negaranya dari penjajahan bangsa lain, karena tanpa kemerdekaan bangsa mustahil jiwa-jiwa itu bisa menjalankan kemerdekaannya dengan aman.

Pada hakikatnya manusia lahir pada kondisi tidak mengetahui apa-apa tetapi dengan anugrah panca indra yang dimilikinya manusia tersebut menyerap informasi yang datang kedalam dirinya yang dengannya manusia tersebut bereaksi sehingga terbentuklah komunikasi secara dua arah. Sejatinya proses alamiah inilah yang pada akhirnya membentuk kepribadian diri manusia tersebut. Mungkinkah hanya dengan menerima informasi seorang manusia akan terbentuk jati dirinya..?

Manusia sebagai makhluk yang sempurna semenjak dilahirkan memiliki potensi yang amat sangat besar yang dengannya manusia bisa mencapai tingkatan yang tinggi dalam hidupnya. Modal itu adalah akal dan pikiran. Akal dan pikirian itu bagaikan angin karena tidak terlihat tapi bisa dirasakan yang bersemayam dalam ruh dan jasad. Penganalogian ini penting menurut saya karena ada beberapa pihak yang menentang pernyataan tesebut karena tidak bisa dibuktikan dengan science. Kedua potensi inilah yang digunakan manusia untuk mengelola segala informasi yang diterimanya sehingga dia menjadi tahu. Manusia menjadikan apa yang diketahuinya tersebut sebagai dasar untuk melakukan respon tindakan, jika tindakan itu berjalan terus-menerus maka akan terbentuk suatu kebiasaan, jika kebiasaan itu dilakukan terus-menerus maka adan terbentuk kareakter pada akhirnya karakter inilah yang akan membentuk jati diri manusia. Jika pembentukan jati diri tersebut adalah suatu tujuan maka diperlukannya suatu kerangka usaha yang bisa mengarahkan proses tersebut dari awal informasi diterima sampai kedalam tahap pembentukan karakter secara bertahap dan berkesinambungan. Menurut pendapat saya kerangka usaha tersebutlah yang dinamakan proses pendidikan. Lalu, pendidikan apa yang bisa menghantarkan kepada kemerdekaan..?

Penjajahan individu yaitu terbelenggunnya fitrah manusia untuk hidup merdeka oleh hal-hal yang buruk yang melekat pada dirinya, sedangkan sejatinya kemerdekaan adalah lenyapnya hal-hal buruk yang melekat pada diri sehingga sadar akan makna hidupnya. Lenyapnya keterbelengguan tersebut akan bedampak pada 3 aspek jati diri manusia yaitu jiwa yang bersih, pikiran yang baik dan akhlak yang mulia.

Pendidikan yang baik akan melepaskan manusia dari penjajahan individu dan menjadikannya individu yang merdeka, sehingga akan membentuk ketiga aspek tersebut sehingga menumbuhkan sikap positif dalam berfikir, benar dalam bertidak, optimis dalam berusaha, kecendrungan pada sikap yang benar, menjadi teladan yang baik dan kebebasan dari keterbelakangan sebagai individu yang merdeka. Sejarah mencatat individu-individu yang merdekalah yang selalu menjadi penggagas perjuangan kemerdekaan bangsa sejak jaman perlawanan fisik sampai revolusi kemerdekaan. Pendidikan yang baik akan mengantarkan kemerdekaan individu walaupun kondisi negara masih terjajah, sebaliknya pendidikan yang buruk akan membentuk pribadi yang terjajah walaupun negara dan bangsanya sudah merdeka dari pendudukan penjajahan bangsa lain.

Itulah peran pendidikan sebagai modal penegakan dan pertahanan kemerdekaan. Pendidikan menghantarkan manusia muda dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari keterbelengguan menjadi merdeka dan dari keterindasan menjadi keamanan. Dengan jiwa manusia merasakan, dengan akal manusia berpikir, dengan akhlak manusia bersikap dan dengan raga manusia bergerak. Semoga menjelang momen perayaan hari kemerdekaan negara ini Kita sebagai Bangsa Indonesia bisa semakin memaknai pendidikan sebagai wujud perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *