Luruskan Niat Dalam Mencari Ilmu

oleh Zulfikri Azmi (Pengusaha)

Saudaraku, ketika berangkat ke sekolah, kampus, ataupun ke tempat-tempat majelis ilmu, sempatkah kita berpikir, merenung dan mengajukan sebuah pertanyaan :

Apa tujuan aku ke tempat ini (sekolah, kampus, dsb) ?

Jawaban yang muncul banyak dan bervariasi. Ada yang memang niatnya untuk belajar dan mencari ilmu, ada yang karena teman, alasan lainnya karena supaya dianggap keren, ada juga yang karena disuruh orang tua, dan berbagai alasan lainnya. Alasan dan jawaban tentunya berbeda-beda, tergantung tingkat keimanan dan pemahaman seseorang akan pentingnya ilmu. Padahal kalau kita memahami bahwa kita sebagai seorang hamba yang sudah mengenal dan tahu tujuan hidup serta penciptaan kita, tentunya pasti akan hanya ada satu jawaban : “Untuk Beribadah kepada Rabb (Tuhan) kita”

Kalau kita pernah atau bahkan sering melakukannya, maka Alhamdulillah kita sudah di jalur yang sudah tepat dan benar, karena tidak sedikit orang pergi ke tempat-tempat tersebut namun tujuannya lain, yaitu semata-mata hanya untuk mencari ijazah, gelar, teman dan hal-hal lain yang bisa jadi tidak ada hubungannya dengan ilmu.

Menuntut ilmu adalah hal yang paling wajib yang dilakukan manusia untuk memperluas wawasan dan pandangannya, sehingga derajat kita pun bisa terangkat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda : “Menuntut ilmu itu diwajibkan atas orang Islam baik laki-laki dan perempuan.”

Orang yang memiliki ilmu mendapatkan kemuliaan di sisi Allah dan Rasul-Nya di dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah (58) ayat 11, Allah berfirman :
“...Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.”

Nasehat IMAM SYAFI’I :
Ilmu itu laksana binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Alangkah bodohnya jika kamu mendapatkan binatang buruan namun kamu tidak mengikatnya, hingga akhirnya binatang buruan itu lepas di tengah-tengah manusia.”

Nasehat tersebut bisa diartikan sederhananya adalah ketika kita menuntut ilmu, hendaknya dicatat dan ditulis dengan rapi serta mudah difahami. Sehingga pada saatnya nanti ilmu itu diperlukan, kita dengan mudah untuk me-recall-nya kembali.

Demikian pembahasan singkat kali ini, semoga bermanfaat dan bermaslahat serta dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *