Siapkah menjadi Cashless Society?

Oleh : Andri Robiyana, SE, MM
Praktisi Telekomunikasi & Founder #MelekDigital

Pekan lalu, ada yang menarik dipernikahan teman saya. Bukan pernikahannya, namun ketika pemberian hadiah uang. Biasanya pemberian ini berupa lembaran uang dalam amplop, kemudian dimasukan ke kotak yang disediakan. Berbeda kejadiannya kali ini dimana penerimaan hadiah uang dengan cara nontunai (cashless). Caranya yaitu dengan smartphone (Digital money) dari salah satu operator selular. Cara kerjanya adalah smartphone diarahkan ke kode QR yang disediakan operator selular, kemudian pilih berapa uang yang akan di pindahkan (transfer) lalu beri keterangan (ucapan) pada kedua mempelai. Penikahan yang sempat menjadi sorotan kaum milenial ini disebut dengan pernikahan digital. Unik bukan?

Di kesempatan berbeda, Pemerintah sedang giat menyosialisasikan pemberlakukan e-toll untuk seluruh gerbang tol dimana nantinya tak lagi melayani transaksi tunai. Selain untuk mengurangi antrean, program ini bertujuan meningkatkan cashless society.

Cashless society sering digaungkan di era digital ini. Apa itu cashless society? Apakah sejenis etnis baru? Imigran baru? Atau mahluk sejenis apakah itu? Hehe… secara bahasa Cashless artinya no money atau tidak menyimpan uang, arti lainnya transaksinya tidak menggunakan uang tunai. Sedangkan  cashless society satu sisi dipandang sebagai media alternatif selain uang tunai yang dipergunakan dalam transaksi jual beli. Dalam hal ini perpindahan atau pertukaran uang tunai antar pihak yang melakukan transaksi digantikan melalui sistem elektronik, seperti electronic payment (e-payment), kartu kredit (credit card), serta model pembayaran online lainnya.

Sementara di sisi yang lain, cashless society dilihat sebagai komunitas atau kalangan masyarakat yang tidak lagi memandang uang (money) sebagai sesuatu yang harus berwujud dalam lembaran kertas atau koin (berwujud fisik). Namun demikian pengertian cashless bukan berarti ketiadaan uang sebagai media transaksi.

Secara sederhana bisa dikatakan bahwa cashless society merupakan cara pandang baru masyarakat dalam menilai hakikat uang (money), terkait dengan penggunaannya dalam transaksi. Dalam hal ini, uang (money) dilihat sebagai sebuah sarana (tool) dan bukan merupakan entitas fisik semata.

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, cara transaksi cashless pun makin beragam. Mulai dari penggunaan kartu, internet, ATM, IVR, smartphone, dll. Sebetulnya apa perbedaan uang tunai (cash) dengan non tunai (cashless)???

Manfaat tunai (cash) adalah bahwa kita akan mempunyai privasi, artinya kita bisa dengan bebas mengatur uang kita. Uang yang kita punya, kita yang pegang sehingga bisa menaruh dan dibawa sesuai keinginan kita. Selanjutnya dengan uang tunai, kita mempunyai kebebasan apakah kita akan berpartisipasi dalam sistem perbankan atau tidak. Sehingga apabila kita tidak setuju dengan mekanisme perbankan, teknologi yang digunakan, kita bisa menentukan tidak bergabung dengan sistem keuangan. Selain itu, Uang tunai sangat dengan mudah dibutuhkan dalam kondisi darurat misalnya terjadi bencana atau mati listrik. Dan tentunya uang tunai masih kita rasakan nyaman untuk transaksi dengan nilai nominal kecil.

Sedangkan manfaat penggunaan transaksi non tunai (cashless) akan membuat traksaksi lebih praktis, kita tidak perlu lagi membawa banyak uang tunai untuk transaksi bisnis, jual beli, ataupun traksaksi lainnya. Juga karena kita tidak membawa dan memegang uang secara langsung, dapat dirasakan bahwa cashless akan membuat lebih higinies, dompet lebih tipis, dan kantong leboh ringan.

Penggunaan cashless juga mampu meningkatkan transaksi ke dalam sistem pembayaran secara langsung, transaksi lebih cepat, transaksi lebih transparan dan membantu usaha pencegahan dan identifikasi kejahatan criminal. Secara makro, cashless ini akan meningkatkan aliran atau sirkulasi uang dalam perekonomian (Less friction economy), menekan biaya pengelolaan uang rupiah dan cash handling.

Inilah revolusi financial menuju era baru cashless semakin tidak dapat dihindari. Kedepan, bukan hanya pembayaran tol, restoran, supermarket, taksi, ojek, dan fasilitas modern saja yang menggunakan cashless. Bahkan nanti belanja di warung, tukang sayur sebelah rumahpun akan cashless pula. Siapkah Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *