Pendidikan Keprofesian

Oleh Nursiddik (Arsitek)

Profesi adalah suatu keahlian kerja yang dimiliki seseorang di dalam lingkungan masyarakat. Jadi profesi adalah bagian mutlak dari kemasyarakatan. Masyarakat yang berkembang adalah masyarakat yang bisa menyelesaikan permasalahanya sendiri untuk mereka bertahan hidup dan untuk mereka maju berkembang. Sebagai contoh bidang kesehatan dan pembangunan adalah bagian dari kemasyarakatan maka secara otomatis masyarakat tersebut membutuhkan profesi dokter dan arsitek.

Ilustrasinya seperti negara Belanda yang sangat dikenal dengan keahlian konstruksi kelautannya. Hal tersebut dipicu oleh permasalahan yang dialami oleh negaranya yaitu luas wilayah yang kecil dan posisi kota yang berada di pinggiran pantai, dimana level air laut mengalami kenaikan setiap tahunnya. Maka untuk mempertahankan kehidupannya, masyarakat Belanda membentuk profesi insinyur sipil laut. Pada akhirnya profesi tersebut menjadi inspirasi di banyak negara di belahan bumi ini. Ilustrasi tersebut menjadi bukti bahwa suatu profesi lahir dari dinamika yang terjadi di dalam lingkungan kemasyarakatan.

Dijelaskan bahwa makna profesi mempunyai dua inti yaitu subjek individu manusia dan lingkungan masyarakat. Juga bisa dikatakan bahwa profesi tidak akan terpisah dari individu manusia dan masyarakat.

Salah satu fungsi pendidikan adalah untuk membekali seseorang, agar dapat berperan di dalam lingkungan kemasyarakatan. Sebagai contoh, seseorang yang ingin berkontribusi pada bidang kesehatan, maka orang tersebut harus menempuh kuliah kedokteran. Tetapi, apakah bisa seseorang dikatakan memiliki profesi dokter, sedangkan dia hanya mengenyam bangku kuliah pendidikan dokter?

Dijelaskan bahwa untuk bermasyarakat, seseorang hanya bisa dengan ilmu kemasyarakatan dan keahlian sebagai kuncinya. Jadi tidak ada profesi tanpa ilmu kemasyarakatan. Jika tidak maka itu hanyalah sebatas ilmu pengetahuan atau keahlian saja, bahkan keahlian bisa dipelajari dari proses kemasyarakatan sehari-hari. Sebagai contoh seorang master chef yang keahliannya dipelajari dari awal dia bekerja menjadi pelayan dapur, dimana bekerja adalah bagian dari proses kemasyarakatan.

Pendidikan yang terjadi saat ini menyajikan pada individu; pemberian ilmu pengetahuan, keahlian dalam kondisi kehidupan yang ideal. Dimana proses pendidikan dengan kondisi kehidupan ideal, menyajikan pendidikan pada invididu secara sistematis. Sedangkan pada kehidupan bermasyarakat, individu jarang menemukan kondisi yang ideal. Di sanalah individu mengalami permasalahan. Oleh karena itu, individu yang tidak mempunyai ilmu kemasyarakatan akan cenderung bersikap keras kepala, egois dan antipati terhadap lingkungan sekitar.

Seseorang dikatakan memiliki profesi, apabila dia mampu mengaktualisasikan ilmu dan keahliannya di dalam lingkungan masyarakat. Dimana lingkungan masyarakat terbentuk dari individu yang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan pasca sekolah yang mentransformasikan ilmu pengetahuan dan keahlian menjadi ilmu kemasyarakatan, untuk bisa menjawab pertanyaan bagaimana ilmu dan keahlian bisa masuk di dalam struktur yang ada.

Jenjang pendidikan dokter merupakan pola pendidikan yang secara struktur sudah mapan untuk menghantarkan individu terdidiknya untuk bisa mentransformasikan ilmu dan keahliannya untuk menjadi ilmu kemasyarakatan. Seorang sarjana pendidikan dokter tidak bisa langsung mendapatkan profesi dokter, sebelum dirinya mengikuti pendidikan koas, yang dimana pendidikan koas ini mewajibkan semua calon dokter menimba pengalaman untuk terjun langsung di dalam lingkungan masyarakat sebagai asisten dokter senior.  Bahkan sebagian besar calon dokter tersebut dikirimkan ke daerah terpencil untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Tahapan pola pendidikan tersebut diharapkan mampu memberikan pendidikan yang komprehensif untuk membentuk tenaga terdidik yang siap bermasyarakat.

Pada tahun 2017 ini, jenjang pendidikan arsitektur adalah salah satu pendidikan profesi yang senantiasa berkembang setiap saat. Saat ini ikatan profesi arsitek atau dinamakan dengan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) akan mewajibkan kepada calon arsitek untuk mendapatkan sertifikasi, sebelum mereka terjun ke dalam lingkungan masyarakat, yang dimana syarat untuk mendapatkannya yaitu dengan mengikuti serangkaian kerja magang pada arsitek yang telah senior. Persayaratan tersebut dimaksudkan supaya calon arsitek muda bisa belajar dari arsitek senior, bagaimana menerapkan ilmu arsitektur akademis ke dalam proyek nyata dalam lingkungan masyarakat tertentu yang terkait dengan budaya dan teknologi yang ada.

Membentuk lembaga pendidikan formal adalah salah satu upaya masyarakat untuk mempertahankan eksistensinya. Proses pendidikan melakukan transfer pengalaman dan ilmu pengetahuan secara sistematis dan terstruktur dalam kehidupan yang statis berfungsi sebagai pendekatan menuju kehidupan nyata yang dinamis. Sehingga perlu digarisbawahi bahwa pendidikan adalah suatu proses yang statis menuju kehidupan yang dinamis. Setelah proses pendidikan selesai perlu dilakukan upaya “magang” yang diharapkan para peserta didik memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya di dalam lingkungan masyarakat.

Pendidikan yang komprehensif diperlukan untuk bisa mengantarkan individu untuk mampu menjadi bagian masyarakat yang mampu berkontribusi positif. Jika individu hanya bersikap pasif, maka tujuan dari pendidikan tersebut tidak tercapai dan jika individu berkontribusi negatif, berarti ada yang salah dengan pendidikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *