Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

Oleh Nursiddik

Berpikir Objektif

Dalam memilih jurusan kuliah kita perlu memahami diri lebih dalam, karena pada masa remaja emosi masih kurang terkontrol yang terkadang kita tidak mampu membedakan antara kebutuhan yang bersifat objektif dan keingingan yang bersifat subjektif. Sesuatu yang bersifat subjektif biasanya tidak akan bertahan lama karena akan berubah seiring dengan kedewasaan seseorang, sedangkan sesuatu yang bersifat objektif akan bertahan lama karena kondisi kesuksesan dan kebahagiaan akan selalu bersandar pada kondisi dan keadaan yang sebenarnya.

Memilih jurusan kuliah yang tepat harus disandarkan pada sesuatu yang bersifat objektif. Ketika kita membicarakan jurusan kuliah akan erat kaitannya dengan pilihan profesi dan pekerjaan dimasa depan. Profesi dan pekerjaan adalah bagian dari identitas diri yang sangat melekat dengan diri seseorang. Hal tersebut berarti bahwa pekerjaan dan profesi tersebut akan digeluti setiap saat dalam seumur hidup seseorang yang mencari nafkah terutama seorang laki-laki. Oleh karena itu ketika kita membicarakan pemilihan jurusan kuliah yang tepat, maka sebaiknya kita membicarakan diri kita pribadi. Cobalah kita untuk mengenal diri kita sendiri dengan lebih dalam.

Cobalah diam beberapa saat dan pikirkan hal yang sangat sederhana saja untuk menjawab pertanyaan tersebut. Apakah diri kita lebih suka hidup dengan suasana sepi dan damai layaknya hidup di pedesaan dan kota kecil, apakah kita lebih suka hidup ditempat keramaian yang penuh hingar bingar seperti suasana perkotaan dan metropolitan, atau kita lebih suka tinggal dipedalaman dan jauh dari keramaian? Pertanyaan diatas bisa saja dibenturkan dengan keinginan kita untuk mengetahui jurusan kuliah yang tepat untuk kita. Karena jika kita runut kembali, memang setiap profesi atau pekerjaan tertentu memang identik dengan suatu lingkungan tertentu, seperti seorang arsitek identik tinggal pada lingkungan perkotaan, seorang yang bergerak dibidang pertanian biasanya mereka tinggal di sekitar kota kecil atau pedesaan dan seorang Insinyur pertambangan identik tinggal di daerah terpencil pedalaman.  Walaupun  beberapa profesi atau pekerjaan dia bisa ditempatkan dimana saja seperti dokter, tenaga pendidik, dan dai.

Pendekatan Sederhana

Pendekatan sederhana dalam upaya memahami diri lebih dalam lagi yaitu dengan memahami kecendrungan diri apakah kita cenderung menyukai kegiatan meneliti suatu hal, kegiatan praktik sosia,l atau berkreasi membuat sesuatu yang kita sukai. Ketiga kecenderungan tersebut kurang lebih mewakili beberapa kegiatan dalam suatu profesi. Kegiatan meneliti adalah kegiatan yang lebih banyak menggunakan daya pikir analisis, kegiatan praktik sosial lebih banyak menggunakan kemampuan marketing dan bersosialisasi, sedangkan kegiatan berkreasi lebih banyak menggunakan imajinasi.

Seseorang yang memiliki daya analisis yang kuat yang terlihat dari kebiasaannya dia dalam mengamati segala hal yang ada disekitarnya secara detail. Sebagai contoh seseorang yang suka memerhatikan proses ayam bertelur, melihat kepompong yang berkembang menjadi kupu-kupu, dan lain sebagainya, orang tersebut bisa memilih beberapa jurusan yang terkait dengan ilmu pengetahuan dasar baik itu sosial ataupun sains, seperti antropologi, sosiologi, jurusan fisika, jurusan kimia dan lain-lain. Pada bidang pekerjaannya nanti, mereka akan banyak melakukan berbagai penelitian. Kemampuan dasarnya akan semakin kuat, dimana ketika dia memiliki rasa ingin tahu dengan sesuatu, maka dia akan terbiasa dengan melakukan penelitian secara ilmiah dan memublikasikannya kepada khalayak umum, sehingga potensi diri yang menonjol didalam dirinya bisa lebih bermanfaat bagi orang banyak.

Seseorang yang memiliki potensi yang kuat dalam keahlian sosial sebagai contoh kesukaannya dalam bersosialisasi, kesukaan dalam medongengkan sesuatu, kesukaannya dalam menjual sesuatu dan lain-lain, hal tersebut pada intinya bertumpu pada keahlian komunikasi interpersonal.  Seseorang yang memiliki kriteria tersebut maka lebih cocok untuk memilih jurusan kuliah yang ada kaitannya dengan praktik sosial sebagai contoh jurusan ilmu komunikasi, jurusan keguruan, jurusan hubungan international, jurusan manajemen, akuntansi, dan lain-lain. Jurusan-jurusan kuliah tersebut akan menempa mahasiswanya untuk memiliki kemampuan berpikir dan kemampuan teknis dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan permasalahan sosial. Sebagai contoh profesi pengacara yang bekerja didalam memberikan bantuan hukum bagi orang-orang yang sedang berhadapan dengan penegak hukum. Uraian diatas menjelaskan betapa besar keterkaitan antara kemampuan interpersonal seseorang dengan segala tantangan yang ada didalam suatu pekerjaan dan profesi pada bidang sosial.

Seseorang yang memiliki kemampuan imajinasi yang tinggi akan cenderung menyukai pekerjaan yang sifatnya mengkreasikan sesuatu hal. Daya imajinasi penting didalam mengkreasikan sesuatu karena proses kreasi adalah suatu proses menggabungkan dua unsur atau lebih menjadi satu unsur yang kuat. Proses penggabungan tersebut terjadi didalam alam pikir dengan menggunakan daya imajinasi. Jika daya imajinasi seseorang lemah, maka proses kerasinya pun akan lemah. Beberapa pekerjaan dan profesi yang menitikberatkan pekerjaannya pada daya imajinasi tersebut diantaranya yaitu profesi designer, engineer, seniman, profesi chef dan lain-lain. Jika blender yang ada di dapur berfungsi untuk mengkreasikan jus buah yang menyegarkan dengan menggabungkan antara satu buah dengan buah yang lain, maka profesi arsitek berfungsi untuk menghasilkan suatu rumah yang merepresentasikan kebutuhan si pemilik tetapi rumah tersebut tetap terintegrasi dengan lingkungan alam dan sosial sekitarnya. Daya imajinasi yang cukup besar akan menjadi modal besar ketika seseorang terjun pada bidang pekerjaan atau profesi pada bidang engineer atau bidang kreatif.

Pada kehidupan nyata, apapun pekerjaan dan profesinya tetap memerlukan semua potensi yang kita miliki, sedangkan pada rincian diatas hanya bermaksud menekankan bahwa profesi tertentu dominan menggunakan potensi tertentu. Sebagai contoh walaupun seorang peneliti akan dominan menggunakan daya analisisnya, tetapi pada saat dia menerbitkan hasil penelitiannya dia akan menggunakan kemampuan marketing-nya dalam publikasi hasil penelitian, supaya semua orang mengetahui apa yang sudah dia hasilkan.

Kesimpulan

Jika kita pahami bahwa, profesi atau pekerjaan diibaratkan sebagai sebuah tangan bagi seseorang untuk mencari nafkah didalam kehidupannya. Jika profesi tersebut sangat erat kaitannya dengan diri kita baik itu secara bakat dasar, hasrat diri, dan latar belakang diri, maka kita akan semakin mudah untuk memadukan diri dengan profesi tersebut. Kepaduan antara diri kita dengan profesi yang kita jalani sangatlah penting, mengingat kita akan menjalaninya seumur hidup kita dan akan menjadi bagian dari jati diri kita. Bakat dasar adalah fitrah, hasrat diri  adalah gambaran pengalaman, dan latar belakang adalah takdir. Maka tidak ada satu pun orang yang tidak memilikinya, jika kita bingung maka itu hanyalah ketidakmampuan dalam memahami diri kita sendiri.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *