Perubahan

Oleh: M. Arif Budiman Kantawijaya

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
QS. Ar-Ra’d (13) : 11

Perubahan adalah suatu hal yang pasti terjadi dalam kehidupan ini. Sejak kita di dalam janin, perubahan sudah terjadi, dari cuma segumpal darah lalu berubah hingga akhirnya menjadi manusia dalam bentuk yang sempurna. Kemudian perubahan terjadi ketika manusia dilahirkan, dari alam janin ke alam dunia ini. Begitupun nanti akan ada perubahan ketika kita meninggal, perubahan dari alam dunia ke alam akhirat. Di alam dunia perubahan fase hidup terjadi dan hampir semua manusia pasti mengalaminya.

Allah SWT menciptakan kita semua dengan jalan takdirnya masing-masing. Cerita kita semua sudah tercatat semenjak kita diciptakan. Lalu pasti timbul pikiran lalu kenapa kita susah-susah beramal baik dan belajar agama karena toh akhirnya nanti sudah ditentukan sejak kita lahir. Memang semua sudah ditentukan dalam penciptaan kita. Namun disinilah kita sebagai manusia diberi mandat dan akal pikiran untuk dapat memilih jalan kita sendiri. Kita melakukan perubahan untuk mencapai jalan yang diridhai Allah SWT. Masalahnya pilihan yang diambil tersebut membawa perubahan ke ending yang baik atau ending yang buruk (na’udzubillah).

Allah SWT menciptakan manusia dalam berbagai latar belakang yang berbeda dimana masing-masing punya jalannya sendiri-sendiri. Namun Allah SWT sudah menurunkan Al Quran dan Rasul Muhammad SAW telah mewariskan hadis semata-mata sebagai pedoman kita untuk memilih menuju perubahan yang lebih baik. Jadi apapun ending-nya, jika berakhir di jalan yang buruk, itu adalah pilihan manusia itu sendiri karena tidak mau berubah dari jalan yang buruk atau malah memilih untuk berubah ke jalan yang buruk. Terlebih iblis dan anak buahnya syaiton sudah berjanji untuk membisikkan kejahatan pada manusia agar tidak berubah dari jalan yang buruk atau berusaha menjerumuskan manusia agar berubah ke jalan yang buruk.

Dalam keseharian kita fenomena perubahan ini terjadi. Beberapa teman muslim kita ada yang terjebak dalam dunia profesi yang mengandung unsur riba. Beberapa banyak yang tergoda oleh rayuan syaiton dengan ditakut-takuti akan tertutupnya pintu rezeki jika dia berubah ke profesi lain yang bersih dari riba. Di sini ujian iman terjadi, percayakah bahwa Allah SWT lah yang memberikan rezeki kepada mahlukNya. sepatutnya sebagai muslim kita mengimani bahwa Allah SWT lah sumber rezeki kita, bukan institusi riba. Beberapa teman yang berhasil keluar dari institusi ini banyak yang akhirnya memperoleh keberkahan dan terlebih rezekinya jauh bertambah dari sewaktu dia masih berprofesi di institusi riba tersebut.

Begitupun dalam hidup sebagai muslim kita jangan menutup mata dengan perubahan yang sifatnya baik walaupun datang dari non muslim. Contohnya dalam teknologi. Teknologi saat ini sedang dalam masa perubahan yang sangat cepat fasenya. Kita sebagai muslim perlu lebih kritis dalam menyikapi perubahan teknologi ini. Karena mungkin dari perubahan teknlologi ini ada beberapa hal yang potensial menguntungkan dalam menunjang kita dalam hidup berislam dan dakwah. Kita bisa menyebarkan ayat Allah dan hadis lebih cepat dan luas jika kita menguasai teknologi, khusus teknologi informasi misalnya.

Jadi sebagai muslim dalam menyikapi perubahan, takutlah jika kita berubah ke sesuatu yang buruk, yang dilarang dan jauh dari Rahmat Allah, dan beranilah jika perubahan yang kita lakukan semata-mata membawa kita ke jalan yang diridhai Allah SWT. Pada perubahan ini, kita sebagai manusialah yang menentukan pilihannya, apakah mau ke jalan yang baik atau jalan yang buruk. Semoga kita diberi kekuatan untuk selalu berubah ke jalan yang lebih baik dan berakhir di tempat yang baik di akhirat. Syurga. Aamiin.