Menggunakan Mind Maps dalam Belajar dan Berkomunikasi

Oleh
Faridl Ahmad Maulana
Mahasiswa Jurusan Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung

Setiap manusia dikaruniai hati dan akal oleh Allah Yang Menciptakan untuk dipergunakan dalam menjalani perjalanan hidupnya. Dua karunia ini lah yang menjadi kelebihan manusia diantara makhluk lainnya. Hati dan akal seseorang berperan dalam mengarahkan hidup yang tentunya bergantung kepada apa yang ia dapatkan dan selanjutnya ia olah oleh akalnya kemudian dipahami, diterima dan dipatri oleh hatinya dengan karunia hidayah dari Penciptanya sebagai faktor yang paling utama.

Potensi hati dan akal menggiring manusia dalam membentuk pola pikir. Untuk setiap situasi dan kondisi dimana ia terlibat di dalamnya, akan ia cari maksud yang mendasari mengapa situasi dan kondisi tersebut terjadi. Maksud dasar itu kemudian disebut sebagai ide utama. Dari ide utama itu akan lahir ide pendukung yang jelas hubungan diantaranya, baik hubungan dengan ide utama maupun dengan ide pendukung lainnya.

Belajar adalah tentang menangkap ide atau maksud dari apa yang ingin disampaikan buku, penulis, dosen, pembicara, dst. Komunikasi adalah tentang menyampaikan ide kepada lawan bicara hingga ia juga memikirkan sampai mana ketersampaian ide itu hendak disampaikan. Sehingga bisa dikatakan bahwa hakikat komunikasi itu adalah menanamkan ide.

Setiap ide yang ada memiliki hubugan satu sama lain hingga mengarah kepada ide utama. Ide ini terbentuk dalam jiwa manusia atas hasil olah hati dan olah akal yang tertuang dalam pikiran, perasaan, dan pandangan. Ketika ide ini dituangkan dalam representasi grafis maka disebutlah ia dengan mind maps.

Jika ide itu belum terpatri dalam jiwa seseorang maka besar kemungkinan ide yang telah didapat dari ilmu yang diperoleh dan kemudian untuk disampaikan akan mudah lepas. Jangankan belum terpatri, jika memang merasa sudah terpatri masih ada kemungkinan bahwa ide itu bisa lepas, maka mind maps merupakan salah satu cara untuk mengikat ide yang didapat beserta hubugannya dengan ide yang lain.

Sumber: https://www.mindmeister.com/blog/wp-content/uploads/2015/01/MindMapping_mindmap_handdrawn-1024×683.png

Apa saja manfaat mind maps?

Mind maps membentuk kerangka informasi

Mind maps dapat menyimpan dan mengerangkai informasi yang banyak. Ia menunjukan hirarki, memperlihatkan hubungan antara setiap ide dan memungkinkan kita untuk bisa melihat “big picture” dengan sekilas. Sehingga sepakat bila dikatakan bahwa mind maps merupakan sebuah tool yang ideal untuk menyajikan informasi kepada orang lain dan menyelesaikan permasalahan kompleks.

Mind maps meningkatkan produktivitas

Mind mapping memungkinkan kita untuk belajar lebih cepat, komunikasi lebih efisien, dan brainstorming lebih efektif. Ketika kita melakukan perencanaan sebuah proyek pekerjaan atau menulis scientific paper, mind mapping akan membantu kita dalam menyimpan dengan aman ide yang telah dibangun untuk sekian waktu yang lama.

Mind maps mengembangkan kreativitas

Terdapat dua hal yang membuat mind maps menjadi brainstorming tool terbaik. Satu : Aktivitas yang dilakukan dalam mengembangkan mind maps memberikan stimulus kepada otak kita yang tidak seperti diberkan oleh teknik yang lain dan mengembangkan alur pikir kreatif dari setiap ide yang dibangun. Dua : Mind maps memungkinkan kita untuk menjelaskan setiap ide dengan luar biasa cepat.

Penelitian menemukan bahwa 10 dari 12 orang mendapatkan bahwa mind mapping meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis. Tidak hanya sebatas menjadi teknik yang hebat, mind maps juga menjadi metode yang fantastis untuk bloggers dan penulis.

Mind maps meningkatkan ingatan dan recall

Mind maps menyajikan informasi secara visual. Ia menonjolkan sejumlah fitur yang powerful mental triggers seperti gambar, warna, bentuk, koneksi yang dapat membantu otak kita memproses dan mengingat informasi yang banyak. Penelitian menemukan bahwa mind maps dapat meningkatkan ingatan sekitar 10-15 %, bahkan ada yang menemukan estimasi lebih besar lagi yakni dapat meningkatkan hingga 32%.

Memulai Menggunakan Mind Maps

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa mind maps merupakan representasi grafis dari ide-ide yang dibentuk beserta hubungan diantaranya. Berangkat dari ide utama kemudian menyebar untuk setiap ide pendukungnya. Mind maps dapat dituangkan dalam kertas, papan tulis, dan bahkan saat ini sudah banyak aplikasi mind maps yang bisa kita gunakan pada smartphone, computer, dll.

Ketika belajar dari buku atau menyimak pembicaraan dosen, untuk membuat mind map dapat dimulai dengan menuliskan ide utama. Kemudian menulis ide turunannya dengan garis penghubung yang menyatakan hubungan khusus antara ide-ide tersebut. Misal ide utamanya adalah “English Tenses” kemudian ide penururnan selanjutnya adalah jenis tenses dengan kategori waktu seperti present tense, past tense, future tense, past future tense. Kemudian pembagiannya seperti pembagian untuk present tense : simple present tense, present continuous tense, dll. Kemudian penjelasan dan contoh kalimatnya.

Sumber : https://www.biggerplate.com/mapimages/xl/rvyPhIZ8_English-Tenses-mind-map.png

Ketika hendak berkomunikasi kita mempunyai pesan utama yang ingin disampaikan. Pada tulisan ini kata pesan dan ide di-sama-artikan untuk konteks penyampaian. Sebelumnya kita dapat menuangkan ide-ide yang sudah dibangun dalam pikiran ke dalam bentuk mind maps agar kita bisa tetap mengingat koridor pembicaraan. Pada intinya adalah tentang bagaimana pesan utama itu bisa tersampaikan dengan tepat. Sehingga untuk menuju kesana kita bisa menyusun langkah-langkah meliputi ide pendukung dan atau penjabaran dari pesan utama yang ingin disampaikan yang kemudian kita tuangkan dalam bentuk mind maps.

Sudahkah Menggunakan Mind Maps?

Pada kenyataannya bentuk mind maps bisa beragam. Ada yang memancar dari pusat seperti bentuk source, ada juga yang memanjang seri dan masih banyak lagi. Itu semua tergantung kebutuhan pemakai. Intinya adalah kita punya ide utama dan ide-ide pendukung atau penjabaran yang kemudian kita tuangkan dalam representasi grafis beserta hubungan diantara setiap idenya.

Yang menjadi point utama sebenarnya adalah bagaimana kita menggunakan hati dan akal kita dalam membangun ide. Jika ide itu kita dapatkan dengan mantap dan tidak perlu dituangkan ke dalam mind maps maka yakinlah dengan itu. Tetapi ini adalah metode yang setiap orang sudah merasakan manfaatnya.

Selamat beraktivitas
Selamat berkiprah
Semangat!

Referensi :

Ahmad Arisatul Cholik, “Relasi akal dan hati menurut al-Ghazali”, Ponorogo, Jurnal kalimah UNIDA Gontor, 2015
Syarif Maulana, “Filsafat Komunikasi”, Bandung, Publika Edu Media, 2015
Raphaela,”Why Mind Mapping?”, MeisterLabs, www.mindmeister.com, 2015