Rumus Masuk PTN : 20% Usaha, 80% Keyakinan Pada Rabb-MU

Oleh : Mochammad Wahyu Ghani, S.IIP., M.I.Kom.

Walaupun disebut rumus, sesungguhnya saya bukan pakar yang bisa membantu mengajarkan anda tips dan trik mengerjakan soal-soal yang mungkin keluar dalam ujian tulis seleksi masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Tapi minimal saya punya pengalaman mengikuti seleksi masuk PTN hingga 7 kali yang mungkin bisa saya bagikan kepada anda para pembaca. Kurang bego apa coba saya sampai 7 kali tes baru tembus, eh maksudnya kurang berpengalaman apa lagi coba saya sampai 7 kali tes baru berhasil. Baru setelah saya memakai rumus PTN yang telah saya uji keabsahannya ini, tes yang kedelapan saya bisa masuk sebagai salah satu mahasiswa UNPAD yang lulus dalam rentang waktu 5 tahun (S1 dan S2).

Pertama, saya akan menceritakan sedikit tentang latar belakang saya. Sejak SD (bahkan Sejak TK) hingga SMA saya bersekolah di sekolah YPVDP (Vidatra) kota Bontang. Sebuah kota kecil yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Keinginan saya masuk PTN dimulai ketika saya SMP. Saya selalu termotivasi untuk masuk PTN bergengsi di Jawa karena melihat kakak saya yang lolos masuk UGM.

Singkat cerita, tibalah hari saat saya menyelesaikan soal UAN di kelas 3 SMA. Ketika itu, saya tidak peduli hasil UAN saya lulus atau tidak. Tepat satu hari setelah saya selesai mengerjakan soal UAN, saya mencoba hijrah untuk mengikuti salah satu lembaga Bimbel di Surabaya. Tujuannya satu, masuk salah satu PTN bergengsi. Sebelum UAN, saya sudah pernah mengikuti Ujian masuk PTN UGM dan UI sebanyak tiga kali. Dan hasilnya tentu saja gagal. Tidak seperti teman-teman atau pembaca yang tinggal di Jawa. Kami siswa dari luar Jawa harus meningkatkan keilmuwan kami dengan mengikuti bimbel di Pulau Jawa. Singkat cerita, setelah saya mengikuti bimbel di Surabaya, saya total ikut satu kali ujian UNAIR (PPMB), satu kali ujian UI (SIMAK-UI), satu kali ujian UGM (UTUL-UGM) dan terakhir ujian SNMPTN (SBMPTN sekarang). Hasilnya tentu saja bisa ditebak, GAGAL.

Kembali ke judul awal, mungkin pembaca bertanya-tanya dimananya yang cuma usaha 20%? Ini sih hampir 100% usahanya. Nah, disinilah letak kesalahan saya yang ingin saya bagikan kepada anda. Kebetulan saya ini bukan siswa yang pintar-pintar amat. Tapi kenyataannya saya nih udah bego, sombong lagi sama Allah SWT. Seharusnya sebagai manusia yang beriman, sudah selayaknya kita mendahulukan keyakinan bahwa mau itu UGM, UI, UNAIR atau apapun, kesemuanya adalah sebagian kecil dari kerajaan Allah SWT. Saya terlalu naif dengan mendahulukan usaha saya yang hampir 100% dan hanya melakukan doa yang tidak sampai 20%. Singkat cerita akhirnya saya tersadar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Karena tidak ada yang bisa saya lakukan lagi, saya pulang ke Bontang dan kegiatan yang saya lakukan hanya berdoa memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam 10 hari ke depan saya cuma menguatkan sholat lima waktu saya di masjid, diselingi dengan sholat sunnah di sepertiga malam dan dhuha. Terkadang saya mengeluarkan uang infak dan mencari pahala dengan berbuat baik.

Secara hitung-hitungan, tentu saya sudah tidak punya harapan masuk PTN untuk tahun ajaran 2010-2011. Tapi ternyata matematika saya berbeda dengan matematika Allah SWT. Tiba-tiba saya diberitahu pihak sekolah untuk mengikuti Ujian SMUP-UNPAD di sekolah saya di kota Bontang. Sekolah? Yang bener? Di Bontang? Yapss semua pertanyaan itu bisa dijawab BENAR SEKALI. Tesnya hanya di sekolah saya yang berjarak tidak sampai 15 menit dari rumah. Setelah saya telusuri, UNPAD memang menjadwalkan tes di beberapa tempat di luar Pulau Jawa. Hal ini dilakukan dengan tujuan menjaring calon mahasiswa di luar pulau Jawa untuk menjalankan kewajiban mereka sebagai 10 besar PTN terbaik di Indonesia.

Tidak disangka ketika hari H pelaksanaan Tes UNPAD di sekolah saya, pikiran saya serasa ringan dan dengan mudahnya mengerjakan soal-soal ujian. Setelah melalui rangkaian tes, saya kembali ke rutinitas saya yang mendekatkan diri kepada Allah SWT sedekat-dekatnya. Sekitar dua minggu setelah pelaksanaan tes, barulah ternyata UNPAD menerima saya, eh bukan, maksud saya Allah SWT lewat UNPAD menerima saya.

Coba anda bayangkan, saya kesana-kemari untuk mengikuti Bimbel dan ujian PTN, gak taunya saya bisa diterima di UNPAD yang tesnya cuma ibarat sebelah rumah saya. Dari situ saya berkesimpulan bahwa Allah SWT adalah the best planer. Mungkin bisa saja Allah SWT langsung bisa memasukan saya ke PTN. Tetapi tentu itu akan membuat saya sombong dan menganggap itu adalah buah hasil kerja keras saya sendiri. Rumus yang saya kemukakan bukanlah sekedar Hipotesis yang belum teruji. Tapi rumus yang bisa saya pastikan bahwa itu adalah rumus yang pasti bisa membuat anda sukses dalam mengikuti ujian PTN. Karena apa? Karena saya sendiri yang merasakannya.

Kesimpulannya, usaha memang harus dan juga penting. Namun porsi kegiatannya jangan sampai melebihkan apalagi tidak melibatkan Allah SWT. 5% kita alokasikan untuk mencari dan mendaftar tempat bimbel berkualitas. 10% dipakai untuk belajar dan tentunya persiapan akhir menghadapi ujian PTN. Walaupun cuma 10% tapi jika dikuatkan benar-benar kualitas belajarnya hal ini tentu akan membantu anda memahami soal-soal ujian yang akan dihadapi. 5% persennya dipakai untuk mencari informasi sekaligus mempertimbangkan mana PTN yang kira-kira anda punya peluang masuk ke dalamnya. Jangan sampai anda anak IPS tapi maunya masuk Teknik penerbangan ITB (-__-‘).

Sedangkan 80%-nya usaha untuk meyakinkan Allah bahwa kita mau banget masuk PTN. Untuk usaha yang satu ini, anda bisa atur sendiri. Bisa amalan infaq digedein, puasa senin kamis dibiasakan, sholat sepertiga malam ga pernah ditinggalin. Yang penting amalan wajib seperti sholat 5 waktu tetap nomor satu. Semua ini muaranya tetap bertujuan untuk yakin pada Allah SWT bahwa kalau kita berharap pada-Nya pasti Allah akan memberikannya. Terakhir, Allah SWT akan memberikan apa yang kamu mau tergantung niatmu. Jadi usahakan niatnya tetap karena ingin beribadah kepada Allah SWT ya! (^o^).