Seputar Menulis : Make It Simple!

Oleh: Dwinto Martri Aji Buana

Berliterasi

National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai “Kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa literasi mencakup suatu proses yang dimulai dari menyerap informasi (dengan membaca), mengolah informasi (menerjemahkan, menghitung dan menganalisa), dan mengungkapkan (menulis, berbicara atau menggambarkan). Kemampuan literasi menjadi penanda zaman. Sebagaimana kita kenal ketika di bangku sekolah yang membedakan antara zaman sejarah dan zaman pra sejarah adalah ada tidaknya tulisan. Dengan demikian, menulis adalah pekerjaan membuat sejarah sedangkan tulisan adalah bukti dari sejarah. Membaca dan menulis umumnya selalu menjadi suatu paket kesatuan berliterasi. Pada artikel kali ini penulis ingin mencoba lebih detail membahas mengenai berliterasi dalam poin menulis.

Menulis

Menulis merupakan suatu aktifitas menuangkan ide, wawasan dan pengetahuan dalam bentuk tulisan. Menulis dalam artikel ini bukan hanya diartikan pada pekerjaan membuat tulisan dengan alat tulis tapi lebih luas dari itu karena kekinian membuat tulisan tidak hanya dapat dilakukan dengan alat tulis seperti pensil, pulpen, spidol atau lainnya saja namun dengan kemajuan teknologi menulis kini dapat terdigitalisasi dengan komputer (mengetik bahkan cukup dengan berbicara kemudian tertranskripsi dalam bentuk tulisan). Hasil dari pekerjaan menulis dinamakan dengan tulisan. Dengan demikian tulisan merupakan representasi kemampuan seseorang menuangkan ide, wawasan dan penegtahuannya kepada orang lain agar dapat dipahami dan dimengerti. Oleh karena menulis itu adalah aktifitas yang memerlukan input dan bahan awal sebelum akhirnya menjadi output berupa karya tulis. Ibarat teko, maka bila ingin mengeluarkan air teko tersebut haruslah diisi air terlebih dahulu. Jika teko tersebut telah terisi air maka barulah ia dapat mengeluarkan air untuk ke wadah-wadah lainnya. Apa yang ada dalam isi teko maka itulah yang akan dituangkan ke wadah lainnya, gelas misalnya. Berbeda dengan teko, manusia dibekali akal untuk mengolah informasi. Sehingga tidak selalu input dan bahan yang baik akan keluar menjadi output yang baik, begitupun sebaliknya input dan bahan yang buruk belum tentu akan keluar menjadi output yang buruk pula. Hal tersebut sangat bergantung dari kemampuan si penulis menyerap, mengolah dan kemudian menyampaikan kembali informasi tersebut atau berliterasi sebagaimana sebelumnya telah dibahas diatas. Tidak asing bila kita seringkali mendapatkan dan menilai tulisan-tulisan yang beragam kualitasnya.

Kenyataan dalam Menulis

Menulis ternyata bukan perkara mudah bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan aktifitas ini. Terlebih lagi jika kebiasaan membaca yang dimilikinya sangat kurang, padahal katanya membaca merupakan stimulus untuk lahirnya ide dan semangat dalam menulis. Tanpa membaca seseorang akan kesulitan mencari ide, menuangkan pendapat dan memilih kata yang tepat untuk melukiskan buah pikirnya. Memang menulis adalah perkara yang gampang tapi sulit. Mengapa Saya dapat mengatakan demikian? Ya, untuk sebagian orang menulis begitu berat dan sulit untuk dilakukan tetapi bagi sebagian orang sebaliknya begitu mudah dan produktif menghasilkan karya-karya. Mari kita simak melalui tulisan ini mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mungkin beberapa hal berikut dapat menjelaskan pertanyaan tersebut.

Mengapa menulis sulit?

Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling sulit karena melibatkan unsur bahasa dan nonbahasa yang harus dikuasai penulis. Nurgiyantoro (2009:296) mengemukakan bahwa dibanding tiga kemampuan berbahasa yang lain, kemampuan menulis lebih sulit dikuasai bahkan oleh penutur asli bahasa yang bersangkutan sekalipun. Hal itu disebabkan kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan unsur di luar bahasa itu sendiri yang akan menjadi isi karangan.  Keterampilan menulis memang menjadi satu keterampilan berbahasa yang paling sulit untuk dikuasai. Hal itu disebabkan adanya dua unsur yang harus dikuasai oleh penulis, yaitu unsur bahasa dan nonbahasa.

Faktor-Faktor Sulit Menulis

Pada bagian ini marilah kita susun berbagai kendala dalam menulis. Semoga dengan mengenal kendala-kendala tersebut, kita dapat mengatasi bahkan mengantisipasi faktor-faktor penghambat dalam menulis tersebut. Berikut ini beberapa faktor yang mungkin sering dihadapi oleh para penulis:

  1. Takut untuk memulai
  2. Kurang membaca
  3. Kurang berlatih menulis
  4. Berat melawan kemalasan
  5. Tidak ada ‘punishment’ bila tidak menulis
  6. Menunda menulis
  7. Terlalu berkutat di masalah topik tulisan
  8. Belum memahami manfaat dari menulis
  9. Terlalu dini menilai tulisan
  10. Merasa tidak punya cukup waktu
  11. Merasa tidak berbakat
  12. Merasa tulisannya jelek dan tidak menarik
  13. Merasa malu kalau tulisan dibaca orang lain
  14. Merasa tidak memiliki bakat dalam menulis
  15. Kesulitan membuat alur atau struktur tulisan
  16. Tidak memiliki gaya penulisan yang khas
  17. Tidak memiliki ide atau sesuatu yang bisa dituliskan
  18. Tidak ada rekan yang dapat diajak bertukar pendapat
  19. Situasi yang tidak mendukung dalam menulis

Klasifikasi Faktor Kesulitan Menulis

Faktor psikologis

Faktor psikologis dalam menulis diartikan pada segala hal yang ada dalam benak seseorang yang menghasilkan persepsi tertentu sehingga mempengaruhi perilakunya dalam menulis. Seringkali permasalahan ini menjadi awal mula dari munculnya kendala lainnya dalam menulis. Ibarat kendaraan, faktor psikologis menjadi bahan bakar dalam menghidupkan semangat dan motivasi seseorang untuk menulis.

Faktor linguistik

Kemampuan linguistik atau berbahasa menjadi salah satu faktor yang perlu dimiliki oleh seorang penulis. Kemampuan lingusitik ini dapat diartikan dengan segala kemampuan dalam menuangkan ide dalam bentuk simbol berupa bahasa tulisan agar dapat dimengerti oleh orang lain atau pembaca.

Faktor kognitif

Keluasan pengetahuan seseorang menentukan juga seberapa banyak bahasan yang dapat dituliskan. Memiliki pengetahuan akan sesuatu yang akan dituliskan menjadikan seseorang dapat mengelaborasi dan mengeksplorasi sejauh yang ia mampu. Selain itu, seseorang akan lebih mudah untuk menuangkan ide-idenya apabila telah menguasai atau minimal mengetahui informasi yang berkenaan dengan hal yang akan dituliskannya.

Faktor Teknis

Kendala lain yang berkaitan dengan menulis adalah faktor teknis. Faktor teknis diartikan dengan segala hal operasional serta kepemilikkan sumber daya yang berkaitan dengan kegiatan pada saat menuangkan ide menjadi tulisan. Misalkan saja alat yang dimiliki, jenis alat yang dimiliki, banyaknya waktu yang dimiliki untuk menulis dan lain sebagainya. Seringkali masalah teknis ini menghentikan seseorang dalam menulis padahal faktor lainnya sudah mampu diatasinya.

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan adalah segala sesuatu di luar diri penulis yang dapat mempengaruhi pekerjaan menuangkan ide yang dilakukan oleh seseorang. Dalam situasi yang tidak kondusif menjadikan seseorang kesulitan untuk menulis atau bahkan tidak dapat sama sekali. Faktor regulasi juga bisa menjadi dalam klasifikasi ini. Lihat saja beberapa penulis karya-karyanya tidak diperkenankan beredar bahkan mungkin sampai dilarang untuk menulis. Hal lainnya adalah orang-orang yang ada di sekitar penulis yang dapat mendukung dalam proses pertukaran pengalaman dalam menulis dapat membantu juga seseorang untuk semakin mendongkrak kemampuannya dalam menulis.

Baiklah para pembaca sekalian, itulah beberapa hal yang dapat dituliskan berkaitan dengan menulis. Jadi tetaplah belajar dan berusaha untuk terus meningkatkan kemampuan menulis kita. Nah, di artikel selanjutnya akan dibahas gimana mengatasi kesulitan-kesulitan yang tadi sudah dipaparkan agar kita dapat memulai dan terus menulis dengan aktif dan produktif…

Demikian. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya…

Referensi:

  1. http://menulis2015.blogspot.co.id/2015/08/keterampilan-menulis-sulit-atau-mudah.html
  2. https://wijayalabs.wordpress.com/2008/08/24/mengapa-menulis-itu-sulit/
  3. http://megawardhani.blogspot.co.id/2015/07/mengapa-menulis-itu-sulit.html