Hidup Berkarya Pada Era Digital

Oleh Nursiddik

Hidup Dalam Era Digital Saat Ini

Saat ini kita sedang hidup dalam suatu era yang dinamakan era digital, karena media komunikasi dalam bentuk digital sudah memondasi di dalam kehidupan masyarakat saat ini. Media digital mendapat sambutan yang cukup besar dari masyarakat, karena perannya yang signifikan dalam mempermudah kehidupan. Media digital memungkinkan kita untuk melakukan komunikasi secara langsung (real time) jarak jauh dengan orang lain, tetapi dengan biaya yang cukup terjangkau. Saat ini media digital menjadi pilihan yang paling populer jika dibandingkan dengan media komunikasi fisik, karena media digital dirasa lebih praktis, lebih “pas”, lebih fleksibel, dan lebih user friendly untuk berkomunikasi dengan orang lain. Media publikasi secara digital juga dinilai lebih baik dari pada media cetak karena media digital memerlukan modal yang lebih minim dalam menyampaikan informasi kepada pihak lain. Sehingga wajar jika saat ini kita bisa menamakannya sebagai era digital, karena media digital sudah mendarah-daging dalam kehidupan masyarakat. Media digital tidak hanya berkembang dalam media komunikasi saja, tetapi juga dalam sektor kehidupan manusia lainnya.

Efisiensi dan ekonomis adalah dua faktor utama yang menyebabkan perubahan paradigma dari penggunaan media fisik menjadi media digital dalam kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut terjadi menyeluruh pada hampir semua kalangan dan usia di masyarakat. Sebagai contoh yang terjadi dalam lingkunan pemerintahan di mana laporan pemerintahan suatu daerah tidak hanya dipublikasikan dalam rapat pemerintah saja, tetapi juga dilaporkan melalui media web site resmi pemerintah, atau di-upload ke akun Instagram resmi pemerintah, sehingga dapat dilihat oleh masyarakat luas kapan saja dan di mana saja. Perubahan paradigma tersebut menciptakan suatu kondisi yang unik dan menguntungkan, di mana data-data dan informasi yang sebelumnya tersimpan dan terakses hanya pada lingkungan tertentu saja, menjadi dapat diakses oleh siapa saja dan di mana saja.

Jika kita melakukan pembahasan terkait dengan media digital, selain kita mendapatkan keuntungan dari sisi efisiensi dan ekonomis juga bicara terkait dengan kemudahan publikasi. Kemudahan publikasi tersebut telah menciptakan suatu kondisi di mana data-data dan informasi yang terkait dengan segala keperluan manusia sangat melimpah. Sebagai contoh, orang tua dapat menggunakan media digital untuk mengenalkan anak-anaknya terkait dengan jenis-jenis tumbuhan dan binatang yang ada dibumi ini atau seorang arsitek dapat mengetahui perkembangan arsitektur diseluruh dunia melalui media digital tanpa harus berkunjung ke tempatnya secara fisik.

Perkembangan media digital tidak hanya berlangsung pada bentuknya saja tetapi juga berlangsung pada media aksesnya, yang di mana sebelumnya akses media digital hanya berjalan pada komputer saja. Dan saat ini perkembangan pesat terjadi pada telepon genggam yang memiliki fitur layar yang lebih lebar untuk menampilkan lebih banyak informasi visual, baik berupa gambar, video, grafik, maupun tulisan. Fungsionalitas telepon genggam saat ini tidak hanya terbatas sebagai alat telepon dan sms saja, sehingga wajar jika dinamakan smart phone.

Media digital mampu memberikan pengaruh yang cukup besar dalam masyarakat bahkan mampu menjadi salah satu pondasi pada kehidupan modern saat ini karena selain mampu menampung dan mempublikasikan banyak data dan informasi, media digital juga mampu diakses kapan saja dan di mana saja melalui genggaman sehingga seolah-olah dunia ini sudah tersedia pada semua genggaman semua orang. Tetapi bagaimana semua orang bisa menggenggam dunia dengan genggamannya?

Hidup Dalam Karya

Manusia senantiasa berkarya dalam hidupnya, mulai dari umur balita sampai dewasa. Pada masa balita, manusia berusaha membuat gambar atau menyanyi sesuai dengan yang pernah dia lihat dan dia dengar, seorang pengusaha akan membuat suatu bisnis sesuai dengan yang dia ketahui dan kuasai. Manusia yang positif akan selalu berkarya dalam hidupnya baik itu untuk memenuhi hasratnya seperti yang dilakukan oleh seorang balita atau berkarya dalam memenuhi kebutuhan seperti yang dilakukan oleh seorang pengusaha. Manusia sebagai makhluk yang lemah tidak akan pernah menghasilkan suatu karya yang sempurna karena pada dasarnya semua manusia adalah makhluk yang tidak mengetahui apa-apa yang pengetahuannya sedikit saja dari semua ilmu yang ada di dunia ini. Oleh karena itu karya manusia akan selalu terbatas dari apa yang diketahuinya dan dipahaminya. Sebagai contoh seorang bayi tidak mungkin mampu menggambarkan apa yang belum pernah dia lihat atau seorang arsitek tidak mungkin mampu membuat bangunan tinggi jika dia tidak pernah tahu atau tidak pernah melihat bangunan tinggi seperti apa.

Berkarya adalah suatu proses kreasi yang terinduksi dari informasi yang ada, dalam menghasilkan suatu produk. Semakin banyak data dan informasi akan semakin menunjang suatu proses kreasi, sehingga akan dihasilkan karya yang lebih baik. Dunia digital menempatkan manusia pada posisi yang memungkinkan untuk bisa melihat hampir semua sudut di bumi ini yang akan berdampak pada karya yang akan dihasilkannya. Dalam menghasilkan karya yang baik, diperlukan data dan informasi yang lengkap yang diolah dengan menggunakan intelektualitas dalam pengolahan data tersebut sehingga proses kreasi menjadi optimal. Sehingga bisa dikatakan bahwa media digital berperan penting dalam optimalisasi proses berkarya.

Jika proses berkarya adalah proses kreasi yang terinduksi dari informasi yang ada, maka dapat dimaknai bahwa informasi dapat memicu lahirnya sebuah karya. Jika semua orang bisa mengakses data dan informasi berarti semua orang memiliki kesempatan untuk bisa berkarya. Dengan tersajinya data dan informasi yang lengkap, maka dunia digital mampu menunjang dihasilkannya karya yang terbaik. Dengan kombinasi dua kekuatan tersebut,yaitu kelengkapan dan kemudahan akses, maka bisa diprediksi media digital berpotensi mempoles abad saat ini menjadi abad keemasan di mana akan dihasilkan banyak karya-karya yang berkualitas yang tidak bisa dicapai pada abad-abad teknologi sebelumnya.

Sisi Lain

Era digital merupakan lanjutan dari era teknologi yang berkembang pada abad ke-19, di mana salah satu tujuan dikembangkannya berbagai macam teknologi adalah untuk mempermudah kehidupan manusia. Sehingga tidak heran jika fasilitas kehidupan manusia pada saat ini dinilai cukup mapan. Mapannya fasilitas kehidupan berdampak pada mapannya struktur kehidupan manusia, yang di mana saat ini berbagai pos keperluan manusia sudah dihuni oleh orang-orang yang sudah kompeten di bidangnya seperti tersedianya fungsi arsitek, dokter dan lain-lain. Struktur kehidupan yang sudah mapan tersebut berdampak pula pada kehidupan itu sendiri yang salah satunya pada kehidupan ekonomi yang lebih baik yang ditandai dengan hampir semua lapisan masyarakat sudah memiliki daya beli yang cukup baik. Mapannya kehidupan manusia ditunjang dengan hadirnya media digital yang mengindukasi terjadinya komunikasi cepat dan kemudahan transportasi yang mempermudah perpindahan manusia dan logistik, di mana kedua unsur tersebut menciptakan proses kehidupan yang lebih cepat dari sebelumnya. Kombinasi dari unsur-unsur diatas yaitu mapannya fasilitas kehidupan, kondisi ekonomi yang baik dan pola kehidupan yang cepat akan memicu lahirnya kehidupan yang instan. Sebagai contoh fenomena yang terjadi pada saat ini yaitu sebagian masyarakat sudah membiasakan diri melakukan pemesanan makanan melalui media digital yang memberikan pelayanan mudah, cepat dan terjangkau tanpa harus bersusah-payah pergi ke luar rumah. Contoh fenomena tersebut sudah bisa menggambarkan efek domino dari ketiga unsur yang disebutkan sebelumnya.

Berbagai temuan inovasi yang terjadi pada era digital saat ini tidak hanya berdampak positif, tetapi juga menimbulkan efek negatif bagi kehidupan. Tentunya segala fasilitas kehidupan yang hadir untuk memenuhi kebutuhan hidup harus dibayar dengan biaya yang tidak murah. Sebagai contoh seseorang harus menjual asetnya untuk bisa berobat ke dokter, padahal pada jaman dahulu orang cukup membawa beras dan bahan makanan untuk membayar seorang ahli kesehatan. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada satu bidang kehidupan saja tetapi juga terjadi pada bidang lainnya di antaranya yaitu konsumsi makanan pokok, tempat tinggal, pendidikan, dan lain-lain. Jika kondisi tersebut berlaku pada semua bidang kehidupan, berarti secara otomatis kondisi kehidupan saat ini berjalan lebih keras dari masa sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada masa-masa sebelumnya, setiap pasangan pengantin yang baru menyelesaikan akad pernikahan secara otomatis masyarakat sekitar akan bergotong royong membangun rumah untuk pengantin tersebut, yang di mana kondisi tersebut berbanding terbalik pada saat ini di mana seseorang yang akan memiliki rumah tinggal harus mencicil rumah selama 15 – 20 tahunan.

Dari penjelasan pada uraian di atas, disebutkan bahwa hadirnya segala inovasi tersebut melahirkan efek samping pada kehidupan ini yaitu lahirnya kecenderungan hidup instan dan juga meningkatnya tekanan hidup pada masyarakat. Kerasnya kehidupan juga semakin diperparah dengan banyak hal yaitu semakin terbatasnya sumber daya, semakin kompleksnya kebutuhan hidup, semakin banyaknya jumlah penduduk, di mana kondisi tersebut akan semakin membuat manusia pada posisi yang semakin tertekan seolah-olah pikiran manusia tidak akan terbebas dari bayang-bayang kejaran kebutuhan hidup. Sebagai contoh seseorang yang disibukkan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, pada waktu yang sama mereka harus memikirkan cicilan kepemilikan rumah tinggal dan memikirkan biaya sekolah anak-anaknya yang cukup mahal. Kondisi kehidupan yang keras saat ini cenderung menekan manusia untuk segera memenuhi kebutuhannya, supaya mereka bisa bertahan hidup dengan layak.

Kondisi manusia yang hidup pada era digital saat ini seolah-olah ditempatkan pada suatu posisi yang mengharuskan dirinya untuk selalu berada dalam sikap siaga dalam mengelola dan menangkap setiap peluang untuk bisa mereka kreasikan menjadi suatu karya supaya dengan karyanya tersebut mereka bisa mendapatkan materi yang diinginkan. Maka dapat dikatakan bahwa saat ini manusia memiliki kencenderungan untuk melihat segala sesuatu dengan perhitungan materi. Karena dengan materi tersebut manusia bisa memenuhi kebutuhannya. Jika seseorang sudah terjatuh pada sikap mental yang seperti itu maka orang tersebut bisa terjatuh pada sikap mental “no process, orientasi hasil” yang berbahaya, terutama terjadi pada masa era digital saat ini, di mana kita bisa dengan mudah melihat dan membaca hasil karya orang lain. Karena jika seseorang sudah terjebak pada sikap metal tersebut, maka orang tersebut bisa terhanyut pada sikap mencontek dan meniru hasil karya orang lain sehingga kegiatan pembajakan akan cenderung banyak terjadi dalam lingkungan masyarakat.

Kesimpulan

Melimpahnya data dan informasi adalah anugrah bagi orang-orang yang ingin menghasilkan karya yang berkualitas. Diperlukan kemampuan daya analisis dan daya kreasi yang kuat dalam mengelola data-data yang ada untuk mengasilkan karya yang baik. Kerasnya kehidupan tidak sedikit telah mendorong orang untuk menghalalkan segala cara. Melimpahnya data dan informasi bisa memantik terjadinya kegiatan proses peniruan dan pembajakan hasil karya. Sejatinya kejujuran adalah pondasi, sedangkan intelektualitas berperan sebagai struktur dalam suksesnya kehidupan pada era digital ini. Orang yang memiliki sikap jujur akan terus berupaya melatih dirinya untuk berproses dalam berkarya tanpa dihentikan oleh sikap yang memprioritaskan hasil semata. Pada akhirnya dia akan mengasilkan apa yang diinginkan dari karya-karyanya. Oleh karena itu tidak ada intelektualitas tanpa modal kejujuran, sedangkan intelektualitas adalah modal dalam meraih kesuksesan hidup.