Seandainya Allah SWT Berkehendak Lain

Oleh: Nursiddik (Arsitek)

Kita Manusia

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang sangat unik, baik itu jika diartikan secara harfiah ataupun secara makna. Manusia disebut sebagai makhluk yang unik karena tidak ada manusia yang persis sama antara satu dengan yang lainnya baik itu dari sisi fisik ataupun dari sisi sifatnya. Manusia disebut unik juga karena adanya kekhasan yang ada pada dirinya yang dimana setiap individu akan memiliki pola pikir yang berbeda, keinginan yang berbeda-beda pula yang dimana perbedaan itu disebabkan oleh jati diri yang berbeda-beda yang masing-masing terbentuk dari latarbelakang, ilmu dan pengalaman yang berbeda-beda pula.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT, lalu dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan merdeka. Manusia yang merdeka akan senantiasa tumbuh dalam dirinya gairah untuk selalu hidup maju berkembang yang akan disertai tumbuhnya keinginan-keinginan dan cita-cita. Seseorang yang akan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi pasti ia akan menemukan suatu persimpangan yang akan penuh dengan pertanyaan. Pada titik tersebut akan terjadi pertempuran batin semua orang yang mengalaminya, yaitu pertempuran antara keinginannya yang menggebu-gebu untuk terus maju dan ketidaktahuannya akan arah masa depan yang masih abu-abu.

Kita Siswa SMA

Seorang siswa SMA kelas XII akan mengalami persimpangan kehidupan yaitu kondisi dimana kita akan berada pada jalan yang lebar membentang tentang pertanyaan masa depan hidupnya, jurusan kuliah apa yang akan kita pilih untuk melabuhkan hidup di masa depan kelak. Ketika mereka memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut, maka pikirannya pun melayang kepada kondisi yang dia inginkan ketika menginjak umur mapan, dimana mereka akan membayangkan kesuksesan dalam karir dan pekerjaan mereka.
Berada pada posisi persimpangan seperti itu tidak hanya terjadi pada masa-masa SMA saja, tetapi juga sepanjang masa kehidupan manusia senantiasa akan berada pada posisi tersebut. Oleh karena itu, masa-masa SMA tersebut bisa dijadikan ajang latihan diri dalam menempuh kehidupan ini. Sebagai seorang Muslim kita memahami Tauhidullah yaitu memahami Allah SWT sebagai Ar-Rabb yang Maha Menguasai dan Maha Mengatur kehidupan ini. Dengan memahami kedudukan Allah sebagai Ar-Rabb kita bisa melaksanakan segala usaha dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menuntun kita menuju pada akhir yang terbaik untuk Kita, baik itu sesuai dengan keinginan kita ataupun di luar keinginan kita.

Kita Makhluk Allah SWT

Jika kita mendapatkan apa yang tidak kita inginkan bukan berarti akhir dari segalanya, atau bisa jadi itu adalah cara terbaik bagi Allah SWT untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Sebagai contoh Bapak Chairul Tanjung yang semenjak kecil hidup dalam keadaan yang serba pas-pasan yang membuat dia terpaksa menjadi seorang pedagang kecil yang dengannya Beliau tertempa hidup sehingga memiliki passion dalam bidang bisnis. Setelah lulus kuliah beliau menggeluti passion awalnya menjadi seorang pebisnis sehingga menjadi pebisnis yang sukses. Kisah tersebut adalah bukti bahwa jika kita ikhlas dalam menerima ketentuan Ar-Rabb dan tetap memberikan pekerjaan yang terbaik maka kita akan mendapatkan kemenangan dan kesuksesan yang hakiki.
Dengan memahami Tauhidullah dalam menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT, bukan berarti usaha dilakukan hanya sekedarnya saja tetapi harus disertai sikap mujahadah (bersungguh-sungguh) dan berfikir strategis. Allah SWT memerintahkan kepada makhluknya untuk berupaya keras didalam menjalani kehidupan, tertuang didalam qalam-Nya

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” QS. Ar-Ra’d (13) : 11.

Pada ayat tersebut Allah SWT menjamin akan memberikan suatu perubahan atau pencapaian jika seorang hamba melakukan suatu usaha perjuangan.

Apakah kita mendapatkan sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak, selama kita mengikuti arahan Sang Ilahi maka Allah SWT menjamin bahwa apa yang sudah kita dapatkan adalah yang terbaik untuk kita. Rizki terbaik yang akan didapatkan oleh seorang makhluk adalah mendapatkan surga yang kekal di dalamnya. Maka, jika kita tidak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan sebelumnya tetapi kita sudah melaksanakan perjuangan seutuhnya maka perjuangan tersebut akan berubah menjadi pahala syurga. Tetapi juga apa yang sudah kita dapatkan di dunia ini bukanlah hal yang akan menjadi sia-sia, apa yang sudah kita kerjakan sesuai dengan perintah Allah SWT, maka apa pun jurusan kuliah yang akan kita raih akan membuahkan keberkahan baik itu untuk kita maupun untuk lingkungan sekitar kita.