Pengelolaan Sampah Secara Efektif Dalam Membangun Masyarakat Indonesia Yang Bersih dan Beradab

Oleh: M. Arif Budiman Kantawijaya (Senior Art Director)

Sering kita dengar sesuatu yang besar diawali dari sebuah hal yang sederhana. Ya… logikanya sebuah proses akan suatu hal memang umumnya terjadisecara bertahap dari bawah. Walaupun ada beberapa hal yang kadang bisa langsung jadi besar.

Terkait dengan frasa diatas, berlaku pula dengan human behaviour. Dalam artikel ini kita akan membahas human behaviour terkait dengan lingkungan tempat kita tinggal. Sering kita lihat ada kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di sekitar kita. Kebiasaan tersebut ada yang baik dan buruk. Kebiasaan ini terkait dengan pendidikan, budaya dan faktor lainnya.

Terkait dengan lingkungan, isu yang kini sedang menjadi salah satu isu besar di dunia adalah isu tentang sampah. Nampaknya isu sampah ini juga belum ditanggapi serius oleh masyarakat/negara kita. Belajar dari negara lain, beberapa negara menerapkan sejumlah peraturan khusus tentang mekanisme pengelolaan sampah. Contohnya di Jepang dan juga di negara-negara maju lainnya seperti Jerman, Belgia, Perancis, dan lain sebagainya, sampah diatur sedemikian rupa hingga ada pembagian sampah organik dan anorganik. Dari pengalaman penulis, kita seringkali juga sulit menemukan tempat sampah di tempat umum. Tempat sampah hanya ada di sekitar convenient store atau dekat vending machine. Namun yang terjadi, kota tetap bersih dan sangat jarang sampah ditemukan. Waktu pengambilan sampah dan cara packing sampahnya pun sudah diatur, sehingga memudahkan proses dan pengelolaan sampah ditahap berikutnya. Kelancaran program ini tidak lepas dari peran tiap individunya dimana masing-masing sadar bagaimana mereka menangani sampah.

Mungkin di Indonesia hal ini pun tidaklah sulit untuk diiterapkan. Tapi dalam pelaksanaannya masih banyak hambatan sehingga tidak terlaksana dengan baik. Salah satu faktor yang berperan besar adalah individu masing-masing. Masih sering kita lihat beberapa orang dengan gampangnya membuang sampah tidak pada tempatnya. Seolah-olah tidak peduli dengan lingkungannya sendiri. Padahal pelajaran tentang membuang sampah pada tempatnya sudah diajarkan sejak dini. Namum sayangnya masih banyak dari orang tua yang tidak tegas akan hal ini, bahkan menjadi teladan yang buruk karena orang tuanya malah turut serta membuang sampah sembarangan. Padahal sebagai muslim, kebersihan adalah sebagian dari iman. Dalam Al Quran pun terdapat larangan tentang pengrusakan lingkungan, dijelaskan dalam surat Al Araf 56-58. (Note : Sebaiknya dicantumkan salah satu ayat-ayat tersebut untuk menjelaskan larangan dimaksud)

Kebiasaan membuang sampah sembarangan yang kita anggap hal kecil ternyata memberi akibat buruk yang besar. Bencana-bencana di kota-kota terjadi karena kelalaian penduduk kota sehingga sampah ini menyumbat saluran pembuangan. Hewan-hewan laut pun banyak yang mati karena mereka makan sampah-sampah plastik yang dibuang secara sembarangan di laut.

Kesadaran kita akan memilih produk yang ramah lingkungan pun berpengaruh akan pengelolaan sampah yang baik bagi bumi kita. Sampah-sampah yang sulit didaur ulang terutama sampah plastik masih tinggi angkanya di Indonesia. Sampah plastik sangat tidak ramah dan sangat merusak lingkungan. Sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan dalam berbagai aspek.

Sebagai muslim sudah seharusnya kita peduli dan berbuat untuk keberlangsungan lingkungan ini. Secara sistem mungkin banyak yang mesti kita perbaiki terkait dengan pengelolaan sampah ini. Tetapi jika kembali pada sesuatu yang mudah/simple bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Maka dari itu kita bisa mulai untuk memulai melakukan hal hal kecil terkait dengan sampah ini. Jadikan membuang sampah pada tempatnya sebuah kebiasaan wajib. Jadikan mental jika kita membuang sampah sembarangan adalah “dosa besar”. Belilah produk-produk yang ramah lingkungan, mengurangi penggunaan barang-barang berbahan dasar plastik. Biasakan pula mulai dari sekarang untuk memilah sampah mana yang organik dan mana yang anorganik, dll. Sudah semestinya tiap individu muslim memiliki kesadaran dan melaksanakan hal diatas. Jangan mau kalah dengan negara lain yang basisnya bukan mayoritas Islam, tapi secara pengelolaan lingkungannya malah lebih islami daripada kita. Ini seharusnya menjadi motivasi bagi kita sebagai umat muslim, di mana masalah pengelolaan sampah juga diperkuat dengan hadis Rasulullah SAW, yang berbunyi : “Kebersihan ialah sebagian dari Iman”.