Rantai Wanita

berhijab memiliki makna sebagai jati diri, kekhasan, dan kekhususan. Satu hal yang hanya untuk dirinya, yang tidak boleh diterjang oleh siapa saja dan juga sebagai makna privasi dan kemerdekaan seorang wanita.”
~Hajar (Ra) Karya Sibel Eraslan

Wanita itu istimewa dan diistimewakan, merupakan sebuah ungkapan yang benar adanya. Wanita memang memiliki hal yang dilebihkan dari pria dalam satu dua lain hal sehingga menjadikanya istimewa. Wanita yang sedemikian indahnya, perlu penjagaan pastinya karena ia diibaratkan seperti berlian, disimpan dalam lemari kaca dengan pengamanan ketat dan tak sembarang orang yang mampu menyentuhnya. Keistimewaan wanita ini disadari betul memiliki pengaruh yang bila tanpa penjagaan akan menimbulkan permasalahan. Pada zaman dahulu, ada beberapa tradisi yang merupakan suatu prosedur penjagaan wanita, di negara korea, para gadis ningrat tidak akan diizinkan keluar sebelum malam tiba atau tradisi pingitan yang dialami wanita ningrat jawa pada zaman dulu. Mungkin ini lah yang disebutkan dengan rantai wanita pada zamannya. Disadari atau tidak, rantai dari tradisi yang mengekang dan membatasi kiprah wanita pada zamanya ini dilakukan karena menyadari betul keistimewaan wanita yang harus dijaga.

Islam sejak zaman Nabi Adam a.s sampai akhir zaman merupakan dien yang paling mengerti manusia. Islam hadir menyuguhkan aturan berupa perintah dan larangan kepada manusia jelas bukan tanpa maksud dan tujuan salah satunya adalah mengenai penjagaan terhadap wanita yang lebih diistimewakan. Islam selalu bisa menjaga para wanita tanpa mengekangnya sehingga kekuatan wanita itu bisa tersalurkan namun keistimewaanya dapat terjaga sehingga apa yang dikenal sebagai hijab bukan rantai yang mengikat wanita. Dalam sejarah, wanita muslim selalu memiliki peranya, mereka selalu bisa berkiprah dengan carannya sekaligus menjaga keistimewaanya. Sayyidah Hajar ra merupakan putri raja yang negaranya ditaklukan oleh suatu kerajaan, ia menjadi satusatunya yang selamat dari penaklukan itu. Keimannya dan penjagaan akan keistimewaan yang dimilki membuat beliau lolos dari perbudakan nafsu raja dan beliau tertulis harum dalam sejarah sebagai istri Nabi Ibrahim a.s, ibunda dari Nabi Ismail a.s, dan salah satu kisahnya menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji serta ia adalah ratu zamzam. Bisa pula lihat wanita muslimah disekitar kita dengan karya mereka. Apakah islam mengekangnya? Apakah hijab merantainya? Bagaimana islam mengekang mereka sedangkan diri mereka berbuah karya? Sungguh islam hanya menjaga kita.

Islam sadar betul dengan keistimewaan wanita yang harus dijaga namun wanita pun memiliki kekuatan untuk berkiprah dan berkarya sehingga aturan yang mengikat wanita bukan tanpa alasan dan bukan sebuah pemasungan. Ini adalah suatu bentuk dari cintanya Allah Swt agar para wanita dapat bekiprah dengan rasa aman. Hijab wanita yang menutup seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka merupakan wujud penjagaan bagi wanita, agar kita bisa berkarya namun tetap terjaga. Inilah keistimewaan penjagaan Allah. Allah tahu wanita memiliki peran yanng harus dipikulnya di keluarga, masyarat bahkan negara namun keistimewaan yang dimilikinya tetap harus terjaga sehingga perintah menutup aurat adalah cara agar pesonanya terjaga saat tengah terjun di lingkungan sekitar.

Dalam sebuah ceramah dari ust. Nauman ali tentang bagaimana wanita berjalan yang terdapat dalam surat Al-Qashash ayat 25

kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu malu…”
(Al-Qashash ayat 25)

Ayat ini menjelaskan bahwa wanita memiliki double job, yaitu ia harus berkiprah namun tetap harus menjaga dirinya. Mengetahui bagaimana pesan Allah dalam surat ini yang menyoroti bagaimana seorang gadis berjalan menunjukan bahwa wanita yang jelas memiliki pesona dan keistimewaan lain dari pria, Allah tunjukan cara wanita bersilkap di lingkungan dengan tetap menjaga pesonanya. Berjalan dengan malu dalam hal ini dijelaskan sebagai bentuk penjagaan wanita terhadap dirinya. Disini wanita menjaga dirinya dengan rasa malu yang dalam artian rasa malu ini membuat wanita tidak memamerkan diri yaitu menjaga segala perhiasan yang melekat padanya, rasa malu ini membut wanita tetap menjaga kesopananya dan rasa malu membuat wanita tidak menjadi pusat perhatian dalam kiprahnya dengan menjaga adab dari seorang wanita. Hal ini lah yang perlu menjadi sorotan para wanita bahwa perintah berhijab yang menutup seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah, tidak berlebihan dalam merias wajah, bepergian tanpa wewangian atau bagaiamana sikap wanita didepan lawan jenis jelas merupakan upaya dalam penjagaan wanita dalam kiprahnya, agar wanita dapat berkarya dengan keamanan yang menjaganya. Masih banyak ditemukan keberatan oleh beberapa pihak atas penjagaan ini, hal yang membuat miris ketika ada yang mengatakan “badan gue urusan gue” sungguh apa yang melekat pada diri ketika berada di khalayak umum tentu akan dinikmati juga, itulah kenapa wanita dijaga sedemikian rupa. Wanita dengan segala keistimewaanya tidak diciptakan untuk terpasung dalam rentetan peraturan, tidak terantai sehingga merasa terkekang, ia bebas dengan peran yang hendak ia emban, bebas dengan karya yang hendak ia cipta namun tetap dengan pakaian imannya ia musti berkipah sehingga diri terjaga dari fitnah. Wanita dengan tugasnya, pria pun dengan tugasnya. Mari kita simak bagaimana pendapat Hajar ra dalam buku karya Sibel Eraslan mengenai hijab

aku juga merasakannya bahwa berhijab bukanlah sebuah paksaaan yang menindas, bukan pula sebuah pengecualian yang tidak adil. Bahkan sebaliknya, dengan mengindahkan akhlak berhijblah kami semakin menjadi orang yang terhormat, yang suci secara jiwa raga dan batin. Dan, akhlak berhijab ini tiada lain adalah sebuah kehormatan yang memberikan arti betapa diriku sangat dihargai”

Hijab bukan rantai, wanita merantai diirinya sendiri dengan hasrat yang menghalanginya untuk menjalankan perintah Allah, apapun itu bisa berupa harta, pekerjaan, kekasih dan faktor lainya. Hijab adalah perlindungan dan rantai adalah pengekangan. Nafsu yang merantai diri untuk menolak menjadi lebih baik. So, masih menganggap hijab sebagai rantai wanita?